Selamatjalan Saŋ Maε̈stro Lagu Anakδ

Olεh Yulia Dian - detikhot

Lagu anakδ sepanjaŋ masa lahir dari buah pemikiran AT Mahmud. Kini, saŋ maε̈stro telah berpulaŋ, di usiaña yaŋ ke-80 tahun.

Pria bernama asli Abdullah Totong Mahmud itu lahir di Palεmbaŋ, Sumatra Selatan pada taŋgal 3 Pεbruari 1930. Pria yaŋ akrab disapa Mahmud itu adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara dari Masayu Aisyah dan Masagus Mahmud.

Mahmud mulaï meŋenal notasi sejak duduk di baŋku SD. Namun ia taqpernah meñaŋka bahwa ketertarikanña pada musik akan berbuah manis. Ketika duduk di kelas 5 SD, Mahmud mulaï belajar bermaïn gitar.

Mahmud yaŋ mulaï meŋinjak remaja ikut membεla kemerdεkaan baŋsa deŋan menjadi aŋgota Tentara Pelajar. Tahun 1951, ia menempuh pendidikan gratis di Sekolah Guru bagian A. Setelah lulus ia ditempatkan di Tanjuŋpinaŋ, Riau. Di kota itu pula Mahmud bertemu deŋan istriña tercinta, Mulyani Sumarman yaŋ kala itu sëoraŋ guru bahasa Iŋgris SMP Negeri.

Mahmud kemudian pindah ke Jakarta untuk menempuh pendidikan bahasa Iŋgris. Ia menikah deŋan Mulyani pada taŋgal 2 Pεbruari 1958. Keduaña dikaruniaï tiga oraŋ anak, Ruri Mahmud, Rika Vitrina dan Revina Ayu.

Keberuntuŋan terus mëŋhampiri Mahmud yaŋ sëoraŋ pekerja keras tersebut. Tahun 1962 ia ditugaskan untuk kuliah di University of Sidney, Australia untuk memerolεh sertivikat The Teaching of English As a Foreign Language. Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Vakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Berbareŋan deŋan itu, ia mulaï meŋajar di Sekolah Guru Taman Kanakδ di Jakarta Selatan.

Di sana lah, Mahmud mulaï menemukan kembali semangatña tërhadap musik. Anakδ jadi inspirasi terbesar Mahmud. Ia ahirña tidaq lulus sarjana dan meniŋgalkan kuliah bahasa Iŋgris untuk menekuni musik.

Dari kehidupanña bersama anakδ itu lah tercipta laguδ seperti 'Pelaŋi', 'Ambilkan Bulan', 'Maïn Ayunan' dan 'Amεlia'. Mahmud mampu meraŋkaï kataδ dan nada sedërhana yaŋ mudah diterima anakδ. Sepanjaŋ perjalanan hidupña, Mahmud telah menelurkan 40(?) lagu anakδ populεr.

Laguδ käryaña diterbitkan lagi di bawah panji Sony Music deŋan peñañi cilik baru seperti Tasya pada tahun 2000. Bulan Agustus 2003, Mahmud menerima Tanda Kehormatan Bintaŋ Budaya Parama Dharma dari Pemerintah RI. Pëŋhargaan Lifetime Achievement juga dikantoŋi Mahmud dalam Anugrah Musik Indonesia (AMI) 2004.

Mahmud kemudian mëŋhembuskan napas tërahir pada pukul 13.00 WIB, Rabu (6/7/2010). Semiŋgu sebelum berpulaŋ, kakeq bërusia 80 tahun itu sempat dirawat di rumah sakit karena menderita peñakit paruδ.

Sutradara kenamaan Garin Nugroho yaŋ pernah bekerjasama deŋan AT Mahmud pun meñisipkan dukaña. Garin meŋaku kagεt mendeŋar kabar berpulaŋña Mahmud.

"sedërhana, namun saŋat menjaga dunia lagu anak.sewaktu buat anak seribu pulou...dan pustakan nusantara meŋgunakan lagu2 beliau..," demikian isi pesan yaŋ dikirimkan Garin kepada Detikhot, Selasa (6/7/2010).

Meski telah tiada, laguδ ciptaan AT Mahmud akan selalu hidup sepanjaŋ masa. Selamatjalan Maε̈stro.. (yla/iy)

(Sumber: detikcom, Selasa 6 Juli 2010)