Perahu Retak

Perahu negeriku, perahu baŋsaku
semaŋat raqyatku, kibar bendεraku
meñeruak laütan

laŋit membentaŋ cakrawala di depan
melambaikan tantaŋan

di atas tanahku, dari dalam aïrku
tumbuh kebahagiaan
di sawah kampuŋku, di jalan kotaku
terbit kesejahteraan

tapi ‘ku hεran di teŋah perjalanan
muncul lah ketimpaŋan

aku hεran, aku hεran
yaŋ salah dipertahankan
aku hεran, aku hεran
yaŋ benar disiŋkirkan

Perahu negeriku, perahu baŋsaku
jaŋan retak dindiŋmu
semaŋat raqyatku, derap kaki tεkadmu
jaŋan tërantuk batu

tanah pertiwi anugrah ilahi
jaŋan ambil sendiri
tanah pertiwi anugrah ilahi
jaŋan makan sendiri

aku hεran, aku hεran
satu keñaŋ, seribu kelaparan
aku hεran, aku hεran
keserakahan dïaguŋkan


Tibaδ saya tëriŋat lagu Franky Sahilatua yaŋ syäirña dibuat bersama olεh Franky Sahilatua dan Emha Ainun Nadjib. Lagu yaŋ berjudul “Perahu Retak” ini muncul dan populεr pada tahun 1996 sehubuŋan deŋan dicopotña hakim aguŋ Andi Andojo pada ahir zaman Orba. Kataδ pada lagu ini: aku hεran, aku hεran / yaŋ salah dipertahankan / aku hεran, aku hεran / yaŋ benar disiŋkirkan jelas ditujukan kepada hal tsb.

Pada waktu itu, hakim aguŋ Andi Andojo berani meñatakan bahwa telah terjadi kolusi dan korufi di tubuh MA yaŋ dipimpin oleh Soerjono. Para hakim aguŋ rekan Andi Andojo di MA marah kepadaña karena bersikap tidaq setiakawan deŋan memboŋkar aïb organisasi. Sebenarña ini bukan keseŋajaan Andi Andojo. Ini terjadi karena ada yaŋ membocorkan kepada umum surat rahasia Andi Andojo kepada ketua MA. Merεka lalu meŋeroyok Andi Andojo deŋan ber-samaδ menandataŋani surat permintaan pemecatan Andi Andojo. Pemerintah lalu turuntaŋan. Akantetapi, yaŋ terjadi adalah rεzim Soeharto mencopot Andi Andojo sedaŋkan pejabat yaŋ bersalah malah dipertahankan deŋan alasan tidaq ada korufi, yaŋ ada haña lah kesalahan prosedur! Raqyat saŋat kesal dan muak kepada rεzim Soeharto karena pelaku kolusi dan korufi dilinduŋi sebalikña pejabat yaŋ meŋuŋkapña malah disiŋkirkan. Seniman Emha Ainum Nadjib dan mendiaŋ Franky Sahilatua bërhasil deŋan baïk sekali menuaŋkan peristiwa ini dalam syäir tsb.

Ahirña, rεzim Soeharto yaŋ memuakkan itu tumbaŋ juga pada tahun 1998. Namun, Soeharto yaŋ terlibat korufi luarbiasa besar dan melakukan pelaŋgaran HAM berat itu tidaq tersentuh hukum hiŋga ahir hayatña di negeri ini. Ia benarδ tokoh yaŋ luarbiasa. Hasil käryaña masih terasa hiŋga hari ini. Bukan cuma masih terasa tetapi käryaña itu telah tumbuh dan berkembaŋ luas pada baŋsa ini. Apa kah kärya luarbiasa itu? Tidaq laïn tidaq bukan adalah KERUSAKAN AHLAK BAŊSA.

Hiŋga tahun ini 15 tahun telah lampau sejak munculña lagu “Perahu Retak”. Kesalahan dan ketidaqadilan sebagaimana terlukis dalam syäir lagu tersebut terñata bukan saja masih ada tetapi telah berkembaŋ hiŋga ke pelbagai lapisan masyarakat. Aku hεran, aku hεran / yaŋ salah dipertahankan / aku hεran, aku hεran / yaŋ benar disiŋkirkan. Ya, itu lah yaŋ terjadi pada hariδ ini. Kalau pada zaman Orba kejadianña pada tiŋkat pejabat tiŋgi maka pada zaman sekaraŋ kejadianña telah meluas dan menurun pada tiŋkat yaŋ lebih rendah. Ini saŋat memrihatinkan. Bërarti kerusakan ahlak telah meluas saŋat hεbat pada baŋsa ini.

Pada tarav yaŋ lebih rendah dari hakim aguŋ kita lihat bagaimana sëoraŋ Kabarεskrim bernama Susno Duadji disiŋkirkan karena memboŋkar kasus peŋgelapan olεh pegawai pajak bernama Gayus Halomoan Partahanan Tambunan dan adaña pentolan mavia hukum di Kepolisian (Sjahril Djohan). Ia sempat ditaŋkap ketika akan ke Siŋapura, lalu ditahan dan kini dihukum penjara.

Di DPR, Gayus Lumbun tersiŋkir sebagai ketua Badan Kehormatan DPR ketika bermaxud mempersöalkan kepergian aŋgota DPR untuk sètudi bandiŋ ke Yunani sekaligus melakukan kunjuŋan gelap ke Turki untuk menonton tari perut. Seluruh rekanδña di BK DPR termasuk dalam romboŋan itu sehiŋga ia sebagai satuδ yaŋ tidaq pergi harus bërhadapan deŋan merεka. BK DPR dibubarkan olεh para aŋgotaña dan dibentuk kembali tanpa Gayus Lumbun sedaŋkan Nudirman Munir (aŋgota BK yaŋ termasuk romboŋan sètudi bandiŋ) malah terpilih jadi wakil ketua.

Masih di DPR, aŋgota Badan Aŋgaran Wa Ode Nurhayati dihukum olεh BK DPR (yaŋ kini digerakkan olεh wakil ketuaña yäitu Nudirman Munir) setelah dilaporkan olεh Marzuki Alie garaδ meŋuŋkapkan adaña mavia aŋgaran yaŋ melibatkan ketua DPR tsb. dalam acara Mata Najwa di MetroTV.

Jaüh sebelum peristiwa di atas, Agus Condro, aŋgota DPR dari vraxi PDIP pεriode 1999-2004 dipecat olεh partaiña garaδ melaporkan adaña pemberian cεk pelawat kepada para aŋgota DPR (sebagaian besar dari partaiña sendiri) dalam pemilihan DGS BI. Saŋ calon yaŋ dituduh memberi cεk, Miranda Gultom, terpilih. Sementara perantara yaŋ meŋagih (distribusi) cεk, Nunun Nurbaeti, ketika perkara ini muncul ke halayak, segera pergi ke Siŋapura deŋan alasan meŋobati peñakit lupa berat yaŋ diidapña. Suami Nunun, Adang Daradjatun, mantan Wakapolri yaŋ kini menjadi aŋgota DPR dari PKS bertekad melinduŋi istriña dari pemerixaan KPK. Agus Condro divonis 1 tahun 3 bulan hukuman penjara.

Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga pernah memecat sëoraŋ tokoh PDIP di Jakara karena menolak mendukuŋ pencalonan Sutiyoso menjadi gubernur Jakarta untuk kedua kaliña. Padahal, apatah prεstasi Sutiyoso. Bahkan, ia juga terlibat kasus 27 Juli!

Di lapisan bawah, harian Kompas terbitan hari Rabu 15 Juni 2011 pada tulisan berjudul “Masyarakat Semakin Permisiv” memuat sejümlah laporan tentaŋ kelompokδ masyarakat yaŋ mendukuŋ kembaliña para pemimpin merεka yaŋ terlibat korufi bagaikan pahlawan yaŋ baru kembali dari mεdan peraŋ.

Sementara itu, ada peristiwa yaŋ mëŋhebohkan di Jawa Timur yäitu contεk masal pada UAN di SDN 2 Gadεl, Surabaya. Pasalña, contεk masal ini dïatur olεh guru atas persetujuan atau perintah kepala sekolahña. Sëoraŋ murid bernama Alifa Ahmad Maulana (Aam) diperintah olεh guruña untuk memberikan contεkan kepada temanδ waktu UAN di sekolah itu. Aam melaporkan hal ini kepada oraŋtuaña. Siami, ibunda Aam, melaporkan kecuraŋan ini kepada pihak yaŋ bërwajib dan Radio Suara Surabaya setelah tidaq mendapat jawaban yaŋ jelas dari pihak sekolah. Ahirña peristiwa ini meledak sampaiδ walikota turuntaŋan. Kepala sekolah dan 2 oraŋ guru SDN Gadεl dicopot dan dipindahtugaskan. Namun, apa yaŋ terjadi? Warga di liŋkuŋan rumah Bu Siami, tërutama ibuδ dari muridδ kelas IV SDN Gadel, justru marah kepada Bu Siami dan meŋusir keluargaña bahkan berniat membakar rumahña! Merεka berdalih bahwa contεk masal itu sudah biasa dilakukan di manaδ – jadi tidaq salah melakukanña! Astaga, kerusakan ahlak sudah sampai pada lapisan terbawah!

Contεk masal waktu UAN ini juga dilaporkan terjadi di SDN 6 Pesaŋgrahan, Jakarta. Muhammad Abrari Pulungan adalah murid yaŋ diperintah memberikan contεkan. Contεk masal diteŋaraï juga terjadi –tetapi bukan waktu UAN– di sekolah SP di Perumahan CI, Kalideres, tempat Maruko, keponakan saya, bersekolah.

Saya terkenaŋ lagu Franky. Saya membuka YouTube untuk mencari dan mendeŋarkanña mendεndaŋkan lagu ini. Vilemalitña (video clip-ña) asli yaŋ dulu. Saya meŋenaŋ kejadian 15 tahun lalu. Tahun ini masih sama seperti 15 tahun lalu: aku hεran, aku hεran / yaŋ salah dipertahankan / aku hεran, aku hεran / yaŋ benar disiŋkirkan.
http://musiklib.org/Franky_Sahilatua-Perahu_Retak-Lirik_Lagu.htm