Ucapan Terimakasih Dalai Lama kepada India

Disampaikan dalam Periŋatan 50 Tahun dalam Peŋasiŋan.

Bagian pertama (25 Dεsεmber 2009).

Saudaraδ yaŋ terkasih,

Tibεt adalah dataran bersalju yaŋ terletak di seberaŋ pegunuŋan Himalaya di utara India – tanah para Arya. Buddha Shakyamuni memberkati tanah ini dan menubuatkan peñebaran Buddhadharma di sana. Gunuŋ Kailash dan danau Manasrovar terletak di sana, keduaña dïaŋgap tempat keramat olεh kebañakan tradisi këagamaan India.

Tibεt adalah sumber empat suŋai besar yaŋ meŋalir ke India dan ahirña mencapai samudraδ besar. Secara gεogravis, ia meñerupaï dataran tiŋgi India, tempat yaŋ dïacu olεh bañak mahaguru aguŋ India sebagai Surga Tigapuluh Tiga (Trayastrimshadeva).

Meŋenaï kapan ras Tibεt pertama kali muncul, temuanδ arkεologis meŋunjukkan paliŋ tidaq sepuluh ribu tahun yaŋ lalu.

Kitab Bon meŋuatkanña. Menurut sarjana Beŋali Prajna Varma, oraŋ Tibεt adalah keturunan Rupati, raja ña sebuah kerajaan India selatan, yaŋ melarikan diri ke Tibεt bersama raqyatña setelah peraŋ Mahabharata.

Tentaŋ Saŋ Raja Tibεt, diyakini bahwa sekitar 150 TSM, sëoraŋ paŋεran Magadha melarikan diri ke Tibεt setelah dïasiŋkan dari kerajaanña. Oraŋ Tibεt menamaïña Nya-tri Tsenpo dan menjadikanña raja merεka. Maka dimulaï lah keturunan kerajaan Tibεt. Apa pun yaŋ kita pertimbaŋkan: gεogravi kita, leluhur, atau waŋsa kerajaan kita, India dan Tibεt telah memiliki ikatan erat yaŋ panjaŋ satusamalaïn.

Pada abad ke-7 dan ke-8, pelajarδ Tibεt dikirim ke India untuk belajar. Begitu merεka meñelesaikan pendidikan merεka, oraŋδ muda Tibεt ini, seperti Thonmi Sambhota, menciptakan abjad Tibεt berdasarkan tulisan Nagari sehiŋga meniŋkatkan Shangshung Maryig, cara tulis-menulis Tibεt awal, dan tatabahasa Tibεt berdasarkan bahasa Saŋsekerta. Ini tidaq haña meñumbaŋ pada peŋembaŋan përadaban Tibεt, tetapi juga memuŋkinkan peñebaran Buddhadharma di Tibεt.

Pada abad ke-8, Shantarakshita, sëoraŋ paŋεran Beŋali yaŋ menjadi bixu dan sarjana cemerlaŋ dari Universitas Nalanda, meŋunjuŋi Tibεt dan mendirikan saŋgha di sana. Guru Padmasambhava dari barat India bertaŋguŋjawab atas peñebaran Buddhisme Tantra. Murid Shantarakhsita, Kamalashila juga meŋunjuŋi Tibεt untuk mendukuŋ agama Buddha.

Berkat kebaïkan para mahaguru yaŋ mendirikan agama Buddha di Tibεt maka sejümlah besar ajaran Buddha seperti yaŋ meŋenaï tiga kendaraan dan empat macam tantra, yaŋ menjadi isi Tiga Keranjaŋ atau Tripitaka, diterjemahkan ke dalam bahasa Tibεt. Di sampiŋ itu, sejümlah besar kärya peŋulas besar India, seperti tujuhbelas mahaguru Nalanda, Arya Nagarjuna dan Arya Asanga di antaraña, juga diterjemahkan ke dalam bahasa Tibεt.

Merεka membantu mendirikan di Tibεt tradisi Buddhis yaŋ paripurna dan murni yaŋ telah dipelihara dalam Universitasδ besar India di Taxila, Vikramashila, Odantapuri.

Juga, karena sarjanaδ Tibεt secara ajeg meŋacu kepada sumberδ India dan tidaq meŋorufiña deŋan gagasanδ dan konsεpδ merεka sendiri, kini oraŋ Tibεt lah yaŋ mampu melestarikan tradisi Buddhis India leŋkap dan murni, yaŋ telah merosot di India.

Untuk memulaï, sarjanaδ Tibεt, seperti penerjemah Thonmi Sambhota (abad ke-7 TM), menerjemahkan bañak naskah seperti duapuluh satu tantra Avalokiteshvara, “Dharani Makota Kumpulan Bërharga” (the Dharani of the Crown of Precious Collection), dan “Seratus Ribu Syäir Peñempurnaan Sutra Kebijaxanaan”. Menurut “Sejarah Kebaŋkitan Dharma” olεh Buton Rinchen Drub (1290-1364), dari masa tigasekawan penerjemah Kawa Peltseg, Chogro Lui Gyaltsen, Shang Yeshe De pada abad ke-8 hiŋga penerjemah Legpa’i Lodro pada abad ke-14 ada 192 penerjamah Tibεt dan 92 mahaguru aguŋ India yaŋ meñelia dan meŋesahkan käryaδ merεka. Seluruhña ada sekitar 700 penerjemah.

Catatan: TSM = tahun sebelum Masεhi; TM = tahun Masεhi

Bersambuŋ ...

DALAI LAMA

(Sumber: Tibet Custom, Selasa, 31 Maret 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar